Milan Akan Diperkuat Kembali Oleh M’Baye

Milan-Akan-Diperkuat-Kembali-Oleh-M’Baye

M’baye Niang Ingin Bermain di Final Coppa Italia

Terdengar kabar Gelandang AC Milan yaitu M’Baye Niang yang sedang berjuang agar bisa kembali bermain dengan peforma terbaiknya di babak final Coppa italia.

Pemain muda tersebut tidak pernah terlihat dilapangan semenjak cedera ankle yang dideritanya ketika dia mengalami kecelakaan mobil pada bulan Februari lalu, tetapi Niang ingin sekali untuk berada kembali dilapangan saat menghadapi Juventus pada 21 Mei nanti.

“Saya mengalami kecelakaan yang berakibat cedera yang harus membuat saya absen selama tiga bulan,” ucap Niang.

“Saya terus berusaha untuk bisa tampil kembali dengan kemampuan yang saya miliki pada babak final Coppa Italia nanti. Saya terus membuktikan kepada pelatih untuk bisa mendapatkan satu tempat laga itu.

“Saya terus menerus menunjukkan kepada pelatih, Saat ini saya sudah mulai berlatih dengan menggunakan bola dan membuat saya terasa lebih dekat bersama rekan satu tim saya.

“Saya masih memiliki waktu beberapa hari agar bisa kembali dalam keadaan prima.”

Dimana Rossoneri masih punya dua laga yang tersisa di musim ini, yang sebentar lagi kompetisi Serie A akan segera berakhir dan tim didikan pelatih Cristian Brocchi siap untuk menghadapi Roma.

“Kami harus bermain dengan cara tenang, kami yakin akan menunjukkan permainan yang sangat baik. Jika kami semua bisa fokus dengan gol diciptakan saya yakin kalau kami akan menghasilkan kepuasan.

“Roma? Itu merupakan salah satu laga yang sangat penting, dimana tujuan kami ingin berada diposisi keenam dan menyelesaikan musim ini dengan baik dihadapan para fans kami.

“Lalu kami memiliki laga untuk melawan Juventus yang akan mengantarkan kami berada di Eropa. Dimana sudah 13 tahun berlalu sejak Milan tidak pernah tampil dalam kompetisi Coppa Italia.

“Kami akan terus berusaha dengan kemampuan tim yang dimiliki untuk mengangkat trofi kembali untuk Milan.”

M’Baye Niang Berharap Tampil di Final Coppa Italia

Striker AC Milan M’Baye Niang bertujuan untuk menjadi bugar untuk final melawan Juventus Coppa Italia.

Pemain kebangsaan Perancis itu harus diistirhatkan sejak mengalami cedera pada pergelangan kakinya dalam kecelakaan mobil bulan Februari silam.

“Saya telah mendapatkan cedera yang harus membuat saya tidak bermain selama tiga bulan,” Kata Niang dalam sebuah wawancara.

“Saya sudah mencoba untuk bekerja keras untuk kembali ke permainan terbaik saya untuk bisa ke final Coppa Italia. Saya menginginkan hal itu.

“Saya bekerjasama dengan pelatih, minggu ini saya sudah mulai berlatih menggunakan bola dan membuat saya merasa jauh lebih baik dengan rekan satu tim.

“saya masih memiliki 10 hari untuk kembali ke kondisi seperti biasa.

M’Baye Niang yang musim ini telah membela Rossoneri sudah tercatat 16 kali pertandingan dan mampu memberikan lima gol bagi Milan.

John Terry Absen Menghadapi PSG

Bek andalan Chelsea dikabarkan cedera otot, yang membuat dirinya harus istirahat dan absen di laga penting.

John-Terry-Absen-Menghadapi-PSG

Karena Cedera Terry Terpaksa Tidak Dimainkan Pihak Chelsea

Kapten Chelsea, John Terry  tidak akan diturunkan bersama rekan setimnya untuk hari Selasa leg pertamanya babak 16 besar melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions karena cedera.

Pemain lini belakang andalan The blues itu telah mengalami cedera otot paha kontra Newcastle United, meski timnya berhasil memenangkan pertandingan dengan hasil 5-1 ajang Premier League di Stadion Stamford Bridge.

Cedera yang dialami John Terry memang tidak begitu parah. Dia telah mengikuti latihan ringan hari senin kemarin. Maka dari itu untuk mengantisipasi, sang pelatih Guus Hiddink tidak menyertakan namanya di dalam skuad untuk menghadapi PSG.

“John Terry tidak akan ikut dalam perjalanan karena cedera yang dialaminya di bagian ototpaha dan Ligamen,” ujar pelatih berusia 69 tahun tersebut.

Hal ini membuat sang pelatih harus memutar otak kembali untuk menghadapi Manchester City  di Piala FA babak kelima di kandang sendiri.

Sebelumnya, Kurt Zouma juga mengalami cedera lutut dan harus menjalani di ruang perawatan. Saat ini lini belakang skuad Hiddink hanya Branislav Ivanovic dan Gary Cahil sebagai bek berpengalaman, untuk menjadi pelapis Matt Miazga dan Jake Clarke-Salter, yang ikut serta ke Paris.

Hiddink Inginkan Hazard Berpikir Dua Kali Untuk Pergi ke PSG

Pelatih Chelsea, Guus Hiddink menyatakan bahwa Eden Hazard harus berpikir dua kali untuk bermain di Paris Saint-Germain.

Pelatih berusia 69 tahun itu telah memastikan dirinya bersama Chelsea, yang sukses memenangkan penghargaan pemain di Premier League musim lalu, namun dirinya belum mendaftarkan gol liga di kompetisi yang dijalaninya.

“Hazard sudah menandatangani kontrak yang panjang, tetapi dia harus kembali bugar untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain yang hebat bersama Chelsea, tim papan atas, itu akan menjadi nilai yang besar,” ungkap Hiddink pada media setempat.

“Dalam kurun waktu dekat akan ada pemain yang datang dan pergi. Tim rakasa Jerman itu memang mempunyai target  besar untuk menjuarai Liga Champions musim ini.”

“Pertandingan demi pertandingan mereka sudah mengumpulkan banyak kemenangan dan itu menyatakan bahwa mereka serius untuk menjadi tim yang besar di Eropa saat ini, seperti inilah tantangan saya.”

 

Apakah John Terry akan diturunkan oleh Guus Hiddink meski hanya bermain setengah babak atau ia benar-benar akan digantikan posisinya ?

 

Galliani: Bacca Nyaris Bermain di Madrid

Bacca nyaris bermain bersama Real Madrid saat kepelatihan Carlo Ancelotti, sebelum dirinya bermain di Seri A bersama AC Milan.

Galliani-Bacca-Nyari-Bermain-di-Madrid

Galliani Jelaskan Bahwa Bacca Sempat Ingin Tandatangani Kontrak Madrid

CEO AC Milan, Adriano Galliani mengatakan bahwa penyerang andalan tim Carlos Bacca nyaris menandatangani kontrak di Real Madrid jika Carlo Ancelotti dipertahankan.

Bacca resmi bergabung dengan Milan dari Sevilla di akhir musim dan ia mencatat 13 gol dari 25 pertandingan di Seri A, dan sukses memenangkan laga atas Genoa dengan skor 2-1.

Namun, dia bisa saja menggunakan jersey putih di Real Madrid, yang saat itu Ancelotti menginginkan dirinya, dengan terpaksa Los Blancos harus menggantikan dirinya karena hanya memberikan 10 kemenangan di Liga, maka digantikan oleh Rafael Benitez.

“(Luca) Antonelli adalah seorang pemain yang hebat semenatara Bacca memeiliki naluri untuk mencetak gol,” ujar Galliani pada wartawan.

“Saya sudah bersama dia selama dua tahun. saya senang melihat permainannya dan saya menyukai mantan pelatih (Unai) Emery, yang menurut saya pelatih hebat.”

Bacca Dan Honda Pertahankan Kemenangan Milan

Kemenangan atas Genoa dengan hasil 2-1 gol yang dipersembahkan dari Carlos Bacca dan Keisuke Honda mempertahankan 10 kemenangan laga terakhir di seri A, yang laga tersebut bermain di San Siro.

Milan sukses mencetak gol cepat di depan pendukungnya sendiri, Bacca hanya butuh waktu lima menit untuk merobek jaring ke gawang Genoa yang di jaga oleh Mattia Perin.

Penyerang timnas Kolombia itu telah berhasil menciptakan gol yang memanfaatkan peluang dikotak penalti lawan.

Tidak lama kemudian Keisuke Honda memastikan kemenangan Milan, gol yang diciptakannya pada menit ke-63. Pemain asa Jepang itu mencetak gol sangat mengagumkan.

Unggul 2-0 sang pelatih, Sinisa Mihajlovic melakukan pertukaran pemain, dia menurunkan Andrea Poli, Jeremy Menez dan Mario Balotelli untuk memberikan kekuatan baru di timnya.

Perubahan tersebut justu tidak menambah gol pada tim, Milan kecolongan atas mantan pemainnya Allesio Cerci, di menit 90.

Akan tetapi, Milan mampu mempertahankan keunggulannya hingga laga usai.

Saat ini Milan masih di posisi ke enam dengan perolehan 34 poin, yang beda dua poin atas rivalnya di kancah Seri A.

 

Mampukah AC Milan finis di 5 besar musim ini ?

Mauro Meminta Allegri Pertimbangkan Ke Chelsea

Mauro ungkapkan Allegri pantas untuk menjadi pelatih Chelsea di musim depan.

Mauro-Meminta-Allegri-Pertimbangkan-ke-Chelsea

Mauro Berbicara Bahwa Allegri Pantas Melatih Chelsea

Mantan gelandang Juventus, Massimo Mauro mengatakan bahwa pelatih Massimiliano Allegri pantas untuk menjadi pelatih Chelsea di musim depan.

Memang belakangan ini allegri sering dikait-kaitkan sebagai calon pelatih the Blues berikutnya, usai di pecatnya Jose Mourinho pada Desember lalu.

Sementara itu pendukung Juventus cemas dengan kepergian pelatih berusia 48 tahun tersebut, setelah musim kemarin Juventus meraih gelar Seri A dan masuk ke Final Liga Champions musim lalu.

“Seorang profesional selalu mendengar tawaran yang datang padanya. Itu pantas. Itulah yang dilakukan antara klub dan manjer. Hal tersebut bukanlah sekedar pembicaraan hiburan terhadap Chelsea dan bicara  untuk masa depannya,” ujar Mauro pada media setempat.

“Ini bukan berarti dia tidak memiliki komitemen 100 bersama Juventus. Saya  pun tidak mengetahui jika dia akan memilih Chelsea.”

“Saya merasa yakin dia akan mendapatkan tawaran, dan Juventus harus mencari penggantinya baru.  Meski pemain dan pelatih pergi, hanyalah klub yang tetap.”

Perjalanan Allegri Bersama Juventus Musim Kemarin

Allegri didatangkan oleh Juventus pada 16 Juli 2014 yang saat itu menggantikan posisi kepelatihan Antonio Conte yang mengundurkan diri pada hari sebelumnya. Pada tanggal 2 Mei 2015 debutnya sebagai pekatih bersama I Bianconeri berhasil sukses dengan kemenangan beruntun di kancah Seri A, yang saat itu melawan Sampdoria dengan hasil 1-0 di stadio Ferraris. ini adalah hanya kedua kalinya Juventus telah memenangkan empat gelar Scudetto berturut-turut (terakhir kali menjadi dari 1931 hingga tahun 1935, ketika mereka memenangkan lima judul Scudetto berturut-turut).

Karena sebelumnya memenangkan gelar bersama Milan pada tahun 2011, hal ini juga ditandai gelar Scudetto kedua sebagai manajer di Serie A. Pada 13 Mei 2015, Allegri dipandu Juventus ke final Liga Champions dengan mengalahkan juara bertahan Real Madrid di semifinal, 3-2 agregat.

Sudah dua belas tahun sejak berkekuatan sepuluh terakhir muncul di final, akhirnya kehilangan ke Milan 3-2 di hukuman di tahun 2003. seminggu kemudian, pada 20 Mei 2015 Allegri dipandu Juventus untuk ganda domestik membantu klub memenangkan Rekor mereka kesepuluh Coppa Italia, yang mengalahkan Lazio 2-1 di tambahan waktu. Wanita tua terakhir memenangkan trophy pada tahun 1995, melanggar mereka kekeringan dua puluh tahun dari tidak setelah memenangkan kompetisi, dan membuat mereka tim pertama di Italia untuk memenangi Piala sepuluh kali.

 

Apakah Massimiliano Allegri akan melatih Chelsea di musim depan nanti ?

Cannavaro: Pertandingan Napoli vs Juve Bakal Sengit

Sepertinya mantan pemain Juventus Cannavaro bingung untuk memberikan dukungan kepada siapa, antara Napoli dan Juve.

Cannavaro-Pertandingan-Napoli-vs-Juve-Bakal-Sengit

Cannavaro Napoli dan Juventus Pertandingan yang Sulit di Tebak

Fabio Cannavaro berpikir ‘Napoli dan Juventus akan memperlambat’ dan mengakui ‘hatiku terbagi’ tentang siapa yang harus mendukung.

Bagian atas dua dari Serie A face off Sabtu ini di Turin dan Cannavaro bermain untuk kedua belah pihak selama karirnya.

2006 Ballon D’Or pemenang tidak berpikir pertandingan akan memutuskan Scudetto, tetapi poin untuk sepak bola Eropa sebagai ujian sejati untuk kedua tim.

“Saya tidak berpikir itu menentukan, kemudian Liga Champions dan Liga Europa akan kembali dan mereka bisa mengambil beberapa dari energi dua tim,” Cannavaro dikatakan Il Mattino.

“Kecepatan ini memecahkan rekor Azzurri dan Inter akan memperlambat. Sulit untuk menjaga sebuah irama panik.

“Sarri telah memberikan identitas kepada tim sangat cepat. Dia punya dua momen intuisi di atas semua: menempatkan Jorginho di depan pertahanan dalam peran yang meningkatkan karakteristik nya dan menyadari harus menyerah trequartista, dengan semua sayap besar orang-orang bahwa ia telah.

“Allegri telah ditinggikan kelompok yang tampaknya telah selesai siklus setelah final Liga Champions. Tapi itu tidak menjadi: Juve selalu lapar, dalam DNA mereka.

“Tentu saja, itu kurang spektakuler daripada Conte’s tim tetapi lebih kompak. Aku akan mengatakan mereka lebih Jerman dari Italia.

“Yang melakukan saya mendukung? Hatiku dibagi! I am Neapolitan dan saya akan mendukung Napoli. Meskipun itu sambil bermain di Turin bahwa aku mengerti mengapa mereka telah memenangkan begitu banyak.”

Cannavaro Bandingkan Allegri dan Conte Melatih Juventus

Sementara mereka pori melalui hal-hal kecil dari apa yang diperlukan untuk memenangkan gelar Serie A, mungkin ada sedikit pisah pelatih Napoli Maurizio Sarri dan Juventus mitra Massimiliano Allegri.

Tapi ketika Sarri Don olahraga biru nya di mana-mana dan membawa Napoli pencarian untuk meregangkan memimpin dua titik mereka atas juara di Turin pada hari Sabtu, kontras dengan rapi Juve handler Allegri akan mencolok.

Sarri, yang langkah touchline dengan rokok di tangan, adalah penggemar Napoli dyed-in-the-wool yang tiba di pejabat tinggi dari sepak bola Italia telah relatif terlambat- dan agak tidak lazim.

Sementara mantan profesional Allegri membantu AC Milan berakhir menunggu tujuh tahun mereka untuk judul di 2011, Sarri hanya menyelesaikan satu tahun bertugas di Piedmont berbasis Divisi tiga sisi Alessandria.

Lima tahun kemudian, Sarri telah melihat tahun kerja keras dan korban melunasi ketika ia berdiri di titik puncak berakhir Napoli 26 tahun menunggu untuk judul, dan mimpi Mancini equalling catatan Liga kelima mahkota.

“Kami sangat senang dan bangga bahwa Juve harus menganggap kita sebagai saingan utama mereka untuk judul,” Sarri mengatakan situs resmi Napoli. “Kami akan pergi ke Turin mencari untuk membuat orang-orang kami bangga.”

Jika Allegri CV sekarang menawarkan lain gelar liga, Piala Italia dan runner-up spot dari Liga Champions musim lalu akhir, sekilas di Sarri’s adalah lebih bukti keyakinan bahwa kerja keras dan tekad melunasi.

 

Siapakah yang akan memenangkan laga Napoli vs Juventus ?